Bahasa Gaul Positif dan Negatif di Kalangan Gen Z pada Era Digital
Abstract
Penelitian ini menganalisis fenomena linguistik bahasa gaul di kalangan Generasi Z (Gen Z) Indonesia dalam era digital. Sebagai digital natives, Gen Z mengembangkan lanskap leksikal yang unik, yang secara signifikan dipengaruhi oleh platform media sosial seperti TikTok, X, dan Instagram, serta budaya game online. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kualitatif terhadap istilah-istilah yang populer, dengan mengklasifikasikannya ke dalam tiga kategori utama: positif, negatif, dan kontekstual. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa gaul Gen Z memiliki karakteristik hibrida, memadukan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara kreatif. Istilah positif seperti slay, menyala abangku, dan green flag berfungsi sebagai alat apresiasi dan penguat ikatan sosial. Sebaliknya, istilah negatif seperti cringe, red flag, dan cegil digunakan untuk kritik sosial, pelabelan, dan ekspresi ketidaknyamanan. Beberapa istilah seperti flexing dan healing menunjukkan ambiguitas makna yang sangat bergantung pada konteks penggunaannya. Disimpulkan bahwa bahasa gaul Gen Z bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga merupakan penanda identitas generasi yang dinamis, merefleksikan kreativitas, globalisasi, dan kompleksitas interaksi sosial di ruang digital.
Examples of Creative Commons Licensing Notifications in the Copyright Notices
1. Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


