Kenduri Kematian Sebagai Media Sedekah Makanan, Integrasi Nilai Keislaman dan Silaturahmi Dalam Masyarakat Aceh
Abstract
Kenduri kematian merupakan salah satu tradisi yang masih lestari dalam masyarakat Aceh dan mencerminkan integrasi erat antara adat dan ajaran Islam. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai media sedekah makanan serta sarana penguatan nilai-nilai keislaman dan silaturahmi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kenduri kematian dalam masyarakat Aceh sebagai bentuk sedekah makanan dan mengkaji integrasi nilai keislaman serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan observasi sosial terhadap pelaksanaan kenduri kematian di beberapa wilayah Aceh. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenduri kematian berperan sebagai bentuk aktualisasi ajaran Islam tentang sedekah, ukhuwah Islamiyah, dan solidaritas sosial. Melalui penyediaan makanan, pembacaan doa, zikir, dan tahlil, tradisi ini menjadi media dakwah kultural yang efektif dan mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, kenduri kematian berkontribusi dalam memperkuat silaturahmi, menumbuhkan empati kolektif, serta menjaga keharmonisan dan ketahanan sosial masyarakat Aceh. Dengan demikian, kenduri kematian dapat dipahami sebagai wujud harmonisasi antara adat dan nilai keislaman yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat Aceh.References
Muthia, C. (2021). Nilai-nilai agama Islam dalam budaya dan adat masyarakat Aceh. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 52-60.
Afrida, N. (2024). Kenduri Jirat pada Masyarakat Gampong. Jurnal PHJ
Mufiroh, A. N., Pratama, A. S. P., & Faisal, V. I. A. (2025). Dialektika Agama dan Budaya: Tradisi Kenduri Sebagai Ekspresi Religius Desa Sukorejo Kemiri. Islah Tarbawi: Journal of Islamic Education and Learning, 1(2), 56-68.
Abubakar, F. (2016). Interaksi Islam Dengan Budaya Lokal Dalam Tradisi Khanduri Maulod Pada Masyarakat Aceh. Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 21(1), 19-34.
Yanti, F., & Arnesih, A. (2019). The Meaning of Kenduri Death in the Terong Island of Batam City. Diakronika, 19(2), 78-92.
Maulina, Y. U. (2020). Living Hadis Pada Tradisi Kenduri Di Kampung Mee Adan Aceh. Riwayah: Jurnal Studi Hadis, 6(2), 211.
Anggie, A. (2022). Makna Dan Fungsi Tradisi Kenduri Pada Peringatan Hari Kematian Bagi Masyarakat Di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Teluk Betung Utara (Doctoral dissertation, UIN RADEN INTAN LAMPUNG).
Abdullah, T. (2014). Agama, Etos Kerja, dan Perkembangan Ekonomi. Jakarta: LP3ES.
Aswita, D., Suryadarma, I. G. P., & Suyanto, S. (2018). Local wisdom of Acehnese society in maintaining social harmony. GeoJournal of Tourism and Geosites, 22(2), 393–402.
Nurhaliza, N., Nurjanah, A. S., Cantika, A. S., Fradita, D., & Putri, Z. A. (2025, December). Peran Dukungan Sosial dalam Tradisi Tahlilan terhadap Ketenangan Batin Keluarga yang Berduka di KM 5 Palembang. In Proceeding Conference on Da'wah and Communication Studies (Vol. 4, pp. 684-707).
Mela, L. (2025). Peran Tradisi Kekiceghan Dalam Membentuk Solidaritas Sosial Masyarakat Di Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat (Doctoral Dissertation, Uin Raden Intan Lampung).
Mufiroh, A. N., Pratama, A. S. P., & Faisal, V. I. A. (2025). Dialektika Agama dan Budaya: Tradisi Kenduri Sebagai Ekspresi Religius Desa Sukorejo Kemiri. Islah Tarbawi: Journal of Islamic Education and Learning, 1(2), 56-68.
Usman, M. (2024). Tradisi Dan Budaya Islam Di Aceh: Pengaruh Dan Praktik Dalam Konteks Sosial. CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya, 3(1), 56-76.
Kumendong, J. A., Harisantoso, I. T., & Tampake, T. (2025). Tradisi Dragel sebagai Model Pendampingan Pastoral Kontekstual dalam Budaya Suku Sangir. MARSAHALA: Journal of Religious and Cultural Studies, 1(2), 135-146.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Kemenag RI.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. California: Sage Publications.
Nasution, S. (2012). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Rahman, F. (2009). Islam. Chicago: University of Chicago Press.
Siregar, M. (2015). Tradisi kenduri dalam masyarakat Aceh sebagai bentuk integrasi adat dan agama. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 7(2), 45–56.
Suryana. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Zainuddin, M. (2017). Nilai-nilai sosial keagamaan dalam tradisi masyarakat Aceh. Jurnal Al-Ulum, 17(1), 89–104.
Abubakar, M. S., & Anwar, M. P. (2021). Transformasi Budaya Malu Analisis Budaya Malu Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Aceh. Penerbit K-Media.
Examples of Creative Commons Licensing Notifications in the Copyright Notices
1. Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


